Apa ya? Nganu.
Alhamdulillah mid semester 2 selesai! Subhanallah, Allahuakbar!
Semoga nilainya juga memuaskan, amin.
Btw, I blog again. Yeah, Hi! I'm alive.
Btw again, because there is no description about 'nganu', the Indonesian word in Wiki, i'll make a 'nganu' theory. 'Nganu or Anu' in Indonesi is a word variable used for mentioning the unmentioned word, that can be anything or anyone, but often (just often, not always) used for expressing the impolite/secret things. -Amanda Safira. Bah, whatever! Aku lagi kurang kerjaan.
Setelah berminggu-minggu dicekoki tugas dan dijejali ulangan serta buku-buku yang setia tidur dengan saya, eh bahasanya jelek >,< akhirnya saya dengan selamat walaupun tidak sehat wal afiat dan masih utuh bisa melewati rintangan dengan (semoga saja) baik.
Well, selama midtest 2 hidupku menjadi berubah (kedengeran kaya iklan produk atau habis kaya kena musibah) sementara. I almost lived nocturnally. Siang hari tidur, bangun jam 12 mulai belajar sampe pagi hikshiks. Soalnya itu terjadi karena hari pertama mau mid aku ngantuk banget, trus memutuskan tidur dulu, dan lalu berrotasi menjadi siklus yang berkepanjangan. hasyah. Tapi setelah dirasakan, ternyata belajar malem gitu lebih tenang, lebih sedikit gangguan, lebih konsentrasi, lebih masuk lho.Tapi makasih juga buat midtest 2, soalnya bikin aku (baru) mudeng dan belajar materi pelajaran selama ini dan merasakan kerugian tidak menggatekkan (?) penjelasan guru. Meheheheheh.
Gara-gara mid juga, khususnya pelajaran sosiologi, sekarang pikiranku penuh kata-kata sosial. Banyak kan kata-kata kaya kesenjangan sosial, norma sosial, , jadi misalnya ada orang berbuat curang aku mikirnya "tidak, dia sedang melakukan kecurangan sosial" , kalo aku lagi curiga sama seseorang mikirnya "aku menumbuhkan sifat kecurigaan sosial", dan lain-lain, diawali kata ke- , dikasih akhiran -an + sosial, dan hasilnya terbentuk kata yang secara sistematis terdengar lumayan lucu dan asik. Tapi untung sekarang pikiranku lumayan teralihkan dari hal sia-sia itu. Ini kok jadi bahas begituan sih. Ganti topik.
Midtest 2 membuatku punya banyak rencana kalo dia sudah berakhir. Dan rahasia. Karena nggak penting. Tapi menyenangkan. Tapi nggak untuk konsumsi publik.
Oiya hari ini aku baru aja ikut lomba membatik dalam rangka HUT Kota Magelang ke 1105.
Iya, mbatik. Ini semua karena aku dijerumuskan oleh anak-anak kelasku!
Tapi biarin gak bisa, yang penting cari pengalaman kan.
Hal pertama, aku merasakan berada di titik ter-enjoy membatik, membatik itu santai banget, seru, batikanku juga lumayan rapi sampe ada pikiran gimana kalo aku jadi pembatik aja (iya, memang pikiran yang aneh, tapi pikiran itu nyata dan terjadi, tidak dapat terkendali, keluar begitu saja secara tulus), tapi beberapa detik kemudian, lilin dari canting netes dengan brutalnya ke kain batikku. Batikanku menangis.
Hal kedua yang terjadi adalah mataku pedes banget kena asap dari bakaran lilin/malem buat mbatik itu. Terus tanganku sering ketetesan lilin panas, brrr, clekit-clekit cabe rawit ! Jadi kan aku terganggu mbatiknyaaa, jadi jelek kaan :(, coba kalo nggak kena. Pasti lebih jelek.
Hal ketiga, aku ternyata membatik dengan lambat. Yang lain udah selesai, yang belum selesai cuma yang batikannya kebanyakan keren-keren. banget. Jadi, worth it, lambat tapi bagus / cepet tapi biasa. And I'm the exception, lambat dan jelek.mahahahahahahaha.
Hal keempat. Saat itu kejadian berlangsung sangat cepat. Tidak, aku tidak bisa mengatakannya. Okelah, kalau kau memaksa, akan kuceritakan. Saat itu mentari sedang bersinar terang, dan tiba-tiba saja dengan tidak terduga-duga sebelumnya, ehm. bahasa normal, kayaknya itu canting, yang isinya lilin/malem panas punya orang lain di sebelahku menyembur! Tidak, memuncratkan. Tidak, menumpahkan! seonggok malem panas itu! Tangannya dia kena sih, panas, kesakitan, aduh-aduh gitu. Tapi cuma dikit kayaknya.... Dan sebagian besar nyemprot ke celanaku! Lumayan banyak dikit lah, halah. Yang pertama terpikirkan: "Ini apa ya?" , kedua :"oke,ini panass!", ketiga : "ini kayaknya gak bisa ilang, woy!!!" Sebuah tragedi pun terjadi. Aku sih lebih kasian celanaku kotor dengan tragis kena malem daripada tanganku yang kena, apalagi tangan orang lain hahaha, huhuhu. Orangnya bilang "eh sori ya, sori" terus bersihin tangannya. Aku cuma menatap celanaku dengan nanar sambil mengerang kepanasan dalam hati. Aku gak respon. Aku nerusin mbatik sambil mencerna kembali apa yang baru saja terjadi. Terus ada yang bilang "eh, tanggung jawab tu lho". Terus dia bilang "Sori ya dek, nggak papa to?". "Emm (jeda 1 jam) gimana ya, yah, yaudahlah, nggak papa."
Hem. Satu-satunya cara ngilangin melemnya yaitu dengan dibakar. Iya sih lilin ilang, tapi se celana celananya juga. Oke sisi positifnya, celanaku lumayan keren juga (beneran, keren.) punya motif splash splash gitu, kalo perlu diciprat-cipratin malem sekalian aja sendiri ntar di rumah, lumayan jadi korbankengawuran kekreatifan selanjutnya. Dan sepertinya rencana saya sudah bulat, tinggal menunggu waktu. :D
Hal kelima, waktu mau habis. Aku masih kurang buanyak. Tadinya mau gitu aja, ini semua terlalu memegalkan kaki, daripada kalo dilanjutin batikan ini bakal lebih teraniaya dan jangan sampe dia berdoa yang jelek buat aku (karena doa orang teraniaya akan terkabulkan) tapi untung dia bukan orang muahahaha! tapi aku tanggung jawab dong. Aku ngawur-sengawur-ngawurnya, se nggak rapi-nggakrapinya, yang penting I finished what I started. Fiuhh.. Tapi sayang ya, nggak difoto dulu masterpiece itu. Oh my classy yet trashy masterpiece.
Curhat:
1. Ah, aku ngantuk.
2. Setelah dihayati, isi blogku jadi (tambah) garing gini. HA HA HA!
Semoga nilainya juga memuaskan, amin.
Btw, I blog again. Yeah, Hi! I'm alive.
Btw again, because there is no description about 'nganu', the Indonesian word in Wiki, i'll make a 'nganu' theory. 'Nganu or Anu' in Indonesi is a word variable used for mentioning the unmentioned word, that can be anything or anyone, but often (just often, not always) used for expressing the impolite/secret things. -Amanda Safira. Bah, whatever! Aku lagi kurang kerjaan.
Setelah berminggu-minggu dicekoki tugas dan dijejali ulangan serta buku-buku yang setia tidur dengan saya, eh bahasanya jelek >,< akhirnya saya dengan selamat walaupun tidak sehat wal afiat dan masih utuh bisa melewati rintangan dengan (semoga saja) baik.
Well, selama midtest 2 hidupku menjadi berubah (kedengeran kaya iklan produk atau habis kaya kena musibah) sementara. I almost lived nocturnally. Siang hari tidur, bangun jam 12 mulai belajar sampe pagi hikshiks. Soalnya itu terjadi karena hari pertama mau mid aku ngantuk banget, trus memutuskan tidur dulu, dan lalu berrotasi menjadi siklus yang berkepanjangan. hasyah. Tapi setelah dirasakan, ternyata belajar malem gitu lebih tenang, lebih sedikit gangguan, lebih konsentrasi, lebih masuk lho.Tapi makasih juga buat midtest 2, soalnya bikin aku (baru) mudeng dan belajar materi pelajaran selama ini dan merasakan kerugian tidak menggatekkan (?) penjelasan guru. Meheheheheh.
Gara-gara mid juga, khususnya pelajaran sosiologi, sekarang pikiranku penuh kata-kata sosial. Banyak kan kata-kata kaya kesenjangan sosial, norma sosial, , jadi misalnya ada orang berbuat curang aku mikirnya "tidak, dia sedang melakukan kecurangan sosial" , kalo aku lagi curiga sama seseorang mikirnya "aku menumbuhkan sifat kecurigaan sosial", dan lain-lain, diawali kata ke- , dikasih akhiran -an + sosial, dan hasilnya terbentuk kata yang secara sistematis terdengar lumayan lucu dan asik. Tapi untung sekarang pikiranku lumayan teralihkan dari hal sia-sia itu. Ini kok jadi bahas begituan sih. Ganti topik.
Midtest 2 membuatku punya banyak rencana kalo dia sudah berakhir. Dan rahasia. Karena nggak penting. Tapi menyenangkan. Tapi nggak untuk konsumsi publik.
Oiya hari ini aku baru aja ikut lomba membatik dalam rangka HUT Kota Magelang ke 1105.
Iya, mbatik. Ini semua karena aku dijerumuskan oleh anak-anak kelasku!
Tapi biarin gak bisa, yang penting cari pengalaman kan.
Hal pertama, aku merasakan berada di titik ter-enjoy membatik, membatik itu santai banget, seru, batikanku juga lumayan rapi sampe ada pikiran gimana kalo aku jadi pembatik aja (iya, memang pikiran yang aneh, tapi pikiran itu nyata dan terjadi, tidak dapat terkendali, keluar begitu saja secara tulus), tapi beberapa detik kemudian, lilin dari canting netes dengan brutalnya ke kain batikku. Batikanku menangis.
Hal kedua yang terjadi adalah mataku pedes banget kena asap dari bakaran lilin/malem buat mbatik itu. Terus tanganku sering ketetesan lilin panas, brrr, clekit-clekit cabe rawit ! Jadi kan aku terganggu mbatiknyaaa, jadi jelek kaan :(, coba kalo nggak kena. Pasti lebih jelek.
Hal ketiga, aku ternyata membatik dengan lambat. Yang lain udah selesai, yang belum selesai cuma yang batikannya kebanyakan keren-keren. banget. Jadi, worth it, lambat tapi bagus / cepet tapi biasa. And I'm the exception, lambat dan jelek.mahahahahahahaha.
Hal keempat. Saat itu kejadian berlangsung sangat cepat. Tidak, aku tidak bisa mengatakannya. Okelah, kalau kau memaksa, akan kuceritakan. Saat itu mentari sedang bersinar terang, dan tiba-tiba saja dengan tidak terduga-duga sebelumnya, ehm. bahasa normal, kayaknya itu canting, yang isinya lilin/malem panas punya orang lain di sebelahku menyembur! Tidak, memuncratkan. Tidak, menumpahkan! seonggok malem panas itu! Tangannya dia kena sih, panas, kesakitan, aduh-aduh gitu. Tapi cuma dikit kayaknya.... Dan sebagian besar nyemprot ke celanaku! Lumayan banyak dikit lah, halah. Yang pertama terpikirkan: "Ini apa ya?" , kedua :"oke,ini panass!", ketiga : "ini kayaknya gak bisa ilang, woy!!!" Sebuah tragedi pun terjadi. Aku sih lebih kasian celanaku kotor dengan tragis kena malem daripada tanganku yang kena, apalagi tangan orang lain hahaha, huhuhu. Orangnya bilang "eh sori ya, sori" terus bersihin tangannya. Aku cuma menatap celanaku dengan nanar sambil mengerang kepanasan dalam hati. Aku gak respon. Aku nerusin mbatik sambil mencerna kembali apa yang baru saja terjadi. Terus ada yang bilang "eh, tanggung jawab tu lho". Terus dia bilang "Sori ya dek, nggak papa to?". "Emm (jeda 1 jam) gimana ya, yah, yaudahlah, nggak papa."
Hem. Satu-satunya cara ngilangin melemnya yaitu dengan dibakar. Iya sih lilin ilang, tapi se celana celananya juga. Oke sisi positifnya, celanaku lumayan keren juga (beneran, keren.) punya motif splash splash gitu, kalo perlu diciprat-cipratin malem sekalian aja sendiri ntar di rumah, lumayan jadi korban
Hal kelima, waktu mau habis. Aku masih kurang buanyak. Tadinya mau gitu aja, ini semua terlalu memegalkan kaki, daripada kalo dilanjutin batikan ini bakal lebih teraniaya dan jangan sampe dia berdoa yang jelek buat aku (karena doa orang teraniaya akan terkabulkan) tapi untung dia bukan orang muahahaha! tapi aku tanggung jawab dong. Aku ngawur-sengawur-ngawurnya, se nggak rapi-nggakrapinya, yang penting I finished what I started. Fiuhh.. Tapi sayang ya, nggak difoto dulu masterpiece itu. Oh my classy yet trashy masterpiece.
Curhat:
1. Ah, aku ngantuk.
2. Setelah dihayati, isi blogku jadi (tambah) garing gini. HA HA HA!
Comments
Post a Comment